BUDAYAKAN INOVASI DI SEKOLAH!

Budayakan Inovasi di Sekolah!

Oleh :  Yustinus Kumoro Dasutomo, S.Pd. (SKKK JOGJAKARTA)

aprincipals 1

Seiring dengan semakin ketat dan kerasnya persaingan antarsekolah,  meningkat pula kesadaran tentang  pentingnya  berinovasi dalam mengelola sebuah sekolah. Selain untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas layanan pendidikan, inovasi diperlukan  untuk merebut perhatian dan minat masyarakat. Apalagi setiap tahun, tersiar kabar, sekolah- sekolah yang tak mampu keluar dari zona nyaman, mulai ditinggalkan peminat,  kekurangan murid, bahkan tak sedikit yang terpaksa gulung tikar. Bagaimana menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan sekolah agar tidak ditinggalkan oleh peminat?

  1. Menyamakan visi antara kepala sekolah dengan guru-guru.

Salah satu ciri kepala sekolah hebat adalah mampu menyusun strategi yang handal, untuk menggerakkan guru, karyawan, dan semua siswanya untuk bertindak kreatif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya setiap hari. Berani membuat gebrakan perubahan, untuk memastikan iklim inovasi dapat tumbuh dan berkembang. Namun, hal itu tidak semudah membalikkan tangan. Perbedaan visi antara kepala sekolah dengan guru-guru dalam menyikapi tantangan pendidikan sering menjadi penghambat yang melahirkan sikap dan tindakan kontraproduktif. Untuk itu, kepala sekolah perlu menyamakan visi dengan guru-guru, sebagai ujung tombak pelayanan pendidikan.

  1. Mengefektivkan jalur-jalur komunikasi dan koordinasi

Koordinasi adalah jantung dari hidup dan berjalannya sistem yang mengandalkan kerja  tim. Begitu juga dengan pengelolaan sebuah sekolah. Penanganan yang baik terhadap jalur-jalur komunikasi dan koordinasi akan sangat menunjang terwujudnya inovasi-inovasi di sekolah. Bila pimpinan sekolah aktif memperbarui jalur-jalur komunikasi dan koordinasi,  dengan para guru, siswa, orang tua siswa, dan instansi terkait lainya, saya yakin ide-ide inovatif  dalam mengelola sekolah akan bermunculan, dan mengalir setiap hari seperti sungai Bengawan Solo. Mengalir sampai jauh.

  1. Menyelenggarakan lomba inovasi pembelajaran secara berkala.

Kegiatan sehari-hari sebuah sekolah selalu dipenuhi oleh rangkaian kegiatan pembelajaran. Mengemas proses pembelajaran yang unik dan menarik tentu membuat murid-murid senang dan bangga dalam mengikuti pembelajaran. Untuk mencapai kondisi ini, inovasi-inovasi pembelajaran mutlak digelorakan. Dan lomba inovasi pembelajaran antarguru  dalam satu sekolah atau lintas sekolah secara berkala adalah salah satu langkah yang efektif untuk merealisasikannya. Sebab dengan menyelenggarakan berbagai lomba tersebut akan terkumpul berbagai ide, metode, dan pendekatan baru yang dapat melahirkan inovasi pembelajaran, yang bukan tidak mungkin, di masa depan akan memberikan dampak besar bagi kemajuan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah. Berikut contoh-contoh lomba inovasi pembelajaran.

1)  Lomba mendesign dan mendekorasi kelas

Keberhasilan proses pembelajaran tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya oleh design dan dekorasi kelas. Karena design dan dekorasi kelas terbukti ampuh dalam menciptakan suasana kelas, dan atmosfir belajar yang disesuaikan dengan materi ajar atau  tujuan pembelajaran. Seperti,  bagaimana dan kapan  memajang  atau mengganti aneka rumus, gambar pahlawan, gambar atau simbol yang berkaitan dengan materi ajar, poster, slogan atau kata mutiara agar dapat menunjang pembelajaran  dan memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran.  Hal lainnya,  yang dapat dilakukan guru adalah berinovasi dalam penataan tempat duduk siswa, agar siswa dapat belajar dengan nyaman, tenang, dan menyenangkan.

2)  Lomba inovasi pembelajaran di luar kelas

Aktivitas belajar selalu menuntut kebugaran, kesegaran pikiran, perasaan  tenang, dan nyaman.  Memperbanyak pembelajaran yang bersifat praktis, di luar kelas (di taman, lapangan, perpustakaan, atau tempat-tempat lain ), akan sangat sesuai dengan tuntutan di atas. Selain itu, aktivitas belajar di luar kelas akan melahirkan suasana baru yang menyenangkan siswa, menjauhkannya  dari sikap jenuh, bosan, dan lelah .

3) Lomba  mengemas pembelajaran dalam bentuk permainan-permainan

Belajar idealnya menjadi kegiatan yang mengasyikkan. Namun kenyataannya, belajar bagi sebagian siswa merupakan kegiatan yang  melelahkan. Gaya dan cara belajar yang berpusat pada guru, guru berceramah dan siswa duduk manis mendengarkan akan memunculkan  perasaan kantuk, bosan, malas, tidak dapat berkonsentrasi, sulit menghafal, yang pada gilirannya hanya membuat kegiatan belajar menjadi semakin berat. Mengemas pembelajaran dalam bentuk permainan-permainan tentu akan menjadi solusi jitu atas  persoalan tersebut. Terlebih bila guru melengkapinya dengan alat peraga yang atraktif.

1b

4)  Lomba inovasi pembelajaran tanpa guru

Era digital lambat tapi pasti telah menggeser  peran dan fungsi guru sebagai satu-satunya sumber ilmu. Oleh sebab itu, sekolah-sekolah perlu mengantisipasinya dengan terus-menerus berinovasi, membangun fasilitas-fasilitas belajar siswa secara mandiri, dengan model pembelajaran tanpa guru. Model pembelajaran seperti ini dapat diwujudkan dengan melengkapi taman-taman yang ada di sekolah—di depan kelas masing-masing—dengan alat peraga pembelajaran. Tembok, pagar, dan partisi yang  ada, dihiasi dengan majalah dinding  yang temanya berkaitan dengan materi pembelajaran. Menbuat perpustakaan mini di kelas, dengan menempatkan rak buku, dan siswa membawa buku-buku favorit dan menggantinya secara berkala.  Fasilitas belajar seperti ini diharapkan dapat dimanfaatkan siswa pada waktu senggang mereka. Saat istirahat, jam-jam kosong karena guru tidak masuk, saat menunggu jemputan dan lain sebagainya.

5)  Lomba Mencipta Media Belajar yang Efektif

Banyaknya kendala yang sering muncul dalam proses pembelajaran, kerap menghambat tercapainya tujuan pembelajaran. Sudah  sewajarnya bila guru berusaha mengatasinya dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menciptakan media belajar.  Karena media belajar dapat membuat objek belajar yang jauh menjadi dekat, yang terlalu besar dapat dimasukkan dalam kelas, yang tak terbayangkan menjadi realistis dan dapat dilihat langsung,  dapat disentuh.  Pembelajaran yang sulit menjadi mudah dicerna, konsep-konsep yang abstrak menjadi konkrit. Lomba mencipta media belajar adalah cara praktis menggali ide untuk mengatasi kendala tersebut.

Bila sekolah mampu mewujudkan ide-ide di atas  sesuai dengan kondisi, situasi, kebutuhan, dan kepentingan yang ada, atau ide sejenis yang lebih baik, penulis yakin sekolah Bapak dan Ibu akan kaya dengan berbagai inovasi dalam pembelajaran, maupun dalam mengelola sekolah. Alhasil, kegiatan-kegiatan sekolah akan membuat siswa senang dan bangga, dapat menyedot perhatian wali murid,  dan merebut minat  masayarakat. Sehingga Bapak, Ibu tak perlu kawatir, sekolah  akan kekurangan siswa atau ditinggalkan peminat. Selamat mencoba!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *