PENERAPAN TQM SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN

 

Penerapan Total Quality Management (TQM)  sebagai Salah Satu Alternatif

untuk Peningkatan Kualitas Layanan Pendidikan

Oleh:

Pdt. Heri Kristiawan

'Then it's agreed. Our mission statement will be to deliver more and better education.'
‘Then it’s agreed. Our mission statement will be to deliver more and better education.’

Di era globalisasi ini, cara pandang masyarakat terhadap institusi atau lembaga pendidikan telah mengalami perubahan. Lembaga pendidikan tidak lagi dipandang sebagai lembaga sosial, tetapi sebagai institusi jasa. Cara pandang ini menempatkan lembaga pendidikan sebagai industri jasa atau penyedia layanan pendidikan, dan masyarakat yang menerima atau menggunakan layanan tersebut diposisikan sebagai pelanggannya. Dengan demikian, lembaga pendidikan tidak lagi dapat memberikan layanan seadanya berdasarkan kerelaan atau kemampuan yang dimiliki, melainkan harus berupaya memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan tuntutan dan harapan masyarakat yang menjadi pelanggannya.

Tuntutan dan harapan atas layanan pendidikan yang berkualitas akan terus berkembang seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat penggunanya. Perkembangan tuntutan dan harapan masyarakat atas layanan pendidikan yang berkualitas tidak dapat dihindari oleh lembaga-lembaga pendidikan. Hal ini menyebabkan lembaga-lembaga pendidikan mau tidak mau harus masuk ke dalam dunia persaingan. Karena itu, agar dapat tetap eksis dan berkembang, lembaga pendidikan harus memiliki daya saing yang ditunjukkan melalui peningkatan kualitas layanannya.

Deming (dalam Ihalauw, 1998) mengemukakan bahwa 94% dari masalah-masalah kualitas disebabkan oleh manajemen. Karena itu, untuk memiliki daya saing dalam memberikan layanan yang berkualitas, lembaga pendidikan perlu melakukan pembenahan dalam manajemennya. Menurut Wulanningrum et al. (2006), pembenahan manajemen dalam lembaga pendidikan harus dilakukan secara total, berkesinambungan, dan berorientasi pada kualitas. Hal ini harus dilakukan karena manajemen memiliki peranan yang sangat menentukan atau menjadi kunci sukses bagi lembaga-lembaga pendidikan di masa depan untuk menghasilkan layanan yang berkualitas. Salah satu konsep manajemen yang dapat digunakan untuk melakukan pembenahan manajemen lembaga pendidikan adalah Total Quality Management (TQM).

TQM adalah salah satu filosofi yang dapat menghasilkan perubahan yang revolusioner dan peningkatan kualitas secara terus-menerus dalam organisasi atau lembaga (Kathiravan et al., 2006).  Ada yang mengatakan bahwa TQM adalah alat untuk mencapai keunggulan kualitas dan untuk memelihara keunggulan tersebut secara berkesinambungan (Sakthivel, 2007). Sementara itu Farooq et al. (2007) menegaskan bahwa TQM memiliki pengaruh yang kuat terhadap nilai-nilai, budaya dan pola pikir (mindset) di dalam suatu lembaga dan memungkinkan lembaga tersebut dapat mencapai keunggulan kualitas untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan daya saingnya di tengah-tengah persaingan yang terjadi.

Banyak lembaga atau organisasi telah menggunakan konsep TQM sebagai cara untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.  Penggunaan atau penerapan TQM telah tersebar luas di berbagai macam lembaga, baik lembaga kecil maupun besar, lembaga privat maupun publik, dan baik lembaga industri barang maupun jasa, termasuk di dalamnya lembaga pendidikan. Semua organisasi dapat memperoleh manfaat dari penerapan TQM untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas, serta dapat menjadi lebih kompetitif.

Dalam dunia industri, penerapan TQM sudah lama dilakukan dan berhasil dengan baik. Pascaperang dunia kedua, para pemimpin industri di Jepang mengimplementasikan prinsip-prinsip TQM yang sekarang menjadi modus operandi perusahaan-perusahaan terkenal di seluruh dunia (Algonzzine et al., 2005). Seperti dikemukakan Wulanningrum et al. (2006) bahwa penerapan TQM di Jepang telah berhasil membawa dampak yang efektif terhadap peningkatan kualitas produk.

TQM pada mulanya memang dikembangkan dan ditujukan untuk sektor industri. Meskipun demikian, prinsip-prinsip TQM juga dapat diterapkan pada sektor jasa atau layanan (Crawford dan Shutler, 1999), dan bahkan ada dorongan yang kuat untuk mengadopsi TQM guna meningkatkan kualitas layanan di lembaga-lembaga pendidikan (Venkatraman, 2007). Di lembaga-lembaga pendidikan tinggi, sudah banyak yang menerapkan TQM untuk meningkatkan kualitas layanannya.

Penerapan TQM sudah tersebar luas di berbagai lembaga pendidikan tinggi di berbagai tempat dan menunjukkan keberhasilannya dalam peningkatan kualitas layanannya  (Aly dan Akpovi, 2001). Yang dimaksud dengan keberhasilan tersebut adalah tercapainya sejumlah tujuan-tujuan yang ditetapkan, yang sepenuhnya akibat dari penerapan TQM secara konsisten (Michael et al., 1997). Karena itu, Sharma (2002) menegaskan bahwa TQM adalah alat yang tepat untuk meningkatkan kualitas layanan, yang harus dipahami dengan jelas dan sesegera mungkin diimplementasikan.

Meskipun penerapan TQM sudah tersebar luas di lembaga-lembaga pendidikan tinggi di berbagai tempat, tidak demikian halnya di lembaga-lembaga pendidikan dasar dan menengah. Padahal seharusnya TQM juga dapat diterapkan di lembaga-lembaga pendidikan dasar dan menengah untuk meningkatkan kualitas layanannya secara terus-menerus. Penerapan TQM di lembaga-lembaga pendidikan dasar dan menengah perlu diupayakan, khususnya bagi lembaga-lembaga pendidikan dasar dan menengah yang sedang mengalami penurunan jumlah siswa yang mendaftar. (Bersambung)

skkk solo

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Algonzzine, B., Audette, R.H., Marr, M.B., dan Algonzzine, K. 2005. An Application of Total Quality Principles in Transforming the Culture of Classrooms. Planning and Changing, 36(3&4): 176–192.

Aly, N. dan Akpovi, J. 2001. Total Quality Management in California Public Higher Education. Quality Assurance in Education, 9(3): 127–131.

Crawford, L.E.D. dan Shutler, P. 1999. Total Quality Management in Education: Problems And Issues For The Classroom Teacher. International Journal of Educational Management, 13(2): 67–73.

Farooq, M.S., Akhtar, M.S., Ullah, S.Z., dan Memon, R.A. 2007. Application of Total Quality Management in Education. Journal of Quality and Technology Management, 3(11): 87–97.

Ihalauw, John, J.O.I. 1998. Total Quality Management pada Perguruan Tinggi di Indonesia. Salatiga: Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana.

Kathiravan, N., Devadasan, S.R., dan Zakkeer, M.M. 2006. Quality Improvement Oriented Training and Education Programme and Its Financial Accounting System. Industrial Management & Data Systems, 106(3): 380–406.

Michael, R.K., Sower, V.E, dan Motwani, J. 1997. A Comprehensive Model for Implementing Total Quality Management in Higher Education. Benchmarking for Quality Management & Technology, 4(2): 104–120.

Sakthivel, P.B. 2007. TOP Management Commitment and Overall Engineering Education Excellence. The TQM Magazine, 19(3): 259–273.

Sharma, Ramesh C. 2002. Total Quality Management in Education. Turkish Online Journal of Distance Education-TOJDE, (Online), Vol. 3, No. 3,

(http://tojde.anadolu.edu.tr/tojde7/reviews/Ramesh.htm, diakses 26 Oktober 2009).

Venkatraman, Sitalakshmi. 2007. A Framework for Implementing TQM in Higher Education Programs. Quality Assurance in Education, 15(1): 92–112.

Wulanningrum, Supramono, dan Loekmono, J.T.L. 2006. Studi Alternatif Peningkatan Kualitas Manajemen Pendidikan Melalui Pendekatan TQM di SD Kristen Tritunggal Semarang. Desiderata: Jurnal Kependidikan PPs UKSW dan LP3KS, 7(1): 38–57

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *