Gereja Kristen Kalam Kudus dimulai pertama kali di kota Bandung. Pdt. Andrew Gih setiba di Bandung melihat ada gereja yang menggunakan beberapa bahasa Hokkian atau Hok Chia, dll, namun belum ada yang berbahasa Hakka, oleh sebab itu Pdt. Gih menghubungi beberapa saudara di Jakarta yang fasih berbahasa Hakka, yaitu Alm. Yang Cik Ik; sdr. Liaw Yu Sen dan Liaw Miaw Sen yang terbeban membantu memulai gereja Hakka di Bandung. Pada April 1952, Pdt. Gih mengadakan KKR di gedung Gereja Bala Keselamatan, yang kemudian dipinjam untuk ibadah dari GKKK Bandung. Pada September 1952, Pdt. Gih membeli sebuah rumah di Jl. Pasundan 54 (sekarang 78) untuk memulai Sekolah Teologia. GKKK Bandung pada awalnya digembalakan oleh Alm. Ev. SIe Mei Hoa lalu demi perkembangan gereja, maka tahun 1953, Pdt. Gih mengundang Pdt. Stephen Chen untuk menggembalakan jemaat selama 1 tahun, tahun 1955 oleh Pdt. Tham Yun dan keluarga dari Hongkong hingga 1959 kemudian digantikan oleh Ev. Timothy Liem dari Hongkong juga.

Demi perkembangan MAAT, maka pada tahun 1954 MAAT dipindahkan ke Malang, Jawa Timur, dan lokasi untuk sekolah MAAT diserahkan kepada GKKK Bandung. Tahun 1958 direnovasi dan diresmikan oleh Pdt. Gih pada tahun 1959.

GKKK terdapat di Sumatera, yaitu di Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padang, Pekan Baru, Selat Panjang, Batam. Di Jawa gereja ini terdapat di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Kesamben dan Surabaya. Di Pulau Kalimantan ada di Pontianak. Di Sulawesi gereja ini hadir di Makassar, Bone, dan Manado, sedangkan di Indonesia Timur, GKKK ada di beberapa kota, yaitu: GKKK dikota Ambon, Jayapura, Kotaraja, Sentani, Sorong, Manokwari, Merauke, Manado, Makassar, Banjarmasin, Timika dan beberapa pos Pelayanan di Daerah Jakarta, di daerah Transmigrtasi Arso – Jayapura, juga ada di Denpasar – Bali sserta Malinau dan Bontang di Kaltim.