MEMBUDAYAKAN PELATIHAN GURU

Oleh Adhi Kristijono                          

Masih ada di beberapa skolah Kristen sekarang ini, para guru -di bawah kepemimpinan kepala sekolah dan supervisi boardmember– dengan berat hati melakukan proses pelatihan untuk mengasah ketajaman profesional mereka. Tentu saja ini adalah indikator yang sangat disayangkan. Bahkan mereka lebih suka cukup hanya mengajar tanpa belajar. Setiap hari kosong yang dimanfaatkan untuk berlatih kembali, selalu mendapat tanggapan miner dari para golongan guru yang tak lagi memiliki moto “Berhenti Belajar Hari Ini, Berhenti Mengajar Esok Hari”.

Syukur itu tidak terjadi di SKKK. Guru-guru SKKK masih relatif suka belajar. Itu tandanya sekolah masih bakal hidup menangkap tanda-tanda zaman. Saat ini, jika guru tak lagi mau belajar, maka ia sungguh tak lagi patut disebut guru. Zaman keemaasan TIK (teknologi informasi dan komunikasi)di masa kini, memadati kelas-kelas formal dan nonformal masa kini dengan piranti canggih media pembelajaran. Murid lahir dalam zaman digital library, oleh karena itu murid yang demikian juga patut diajar oleh guru yang melek media.

Sebagian pimpinan sekolah dan para guru yang tidak lagi gagak teknologi mulai menyadari urgensinya memberikan pengaruh positif dalam setiap pertemuan mereka dengan para murid, sehingga mereka bersemangat mengikuti setiap pelatihan yang diselenggarakan oleh Pengurus Yayasan dan atau Dinas Pendidikan di kota masing-masing. Di tempat lain ada banyak guru yang enggan melakukan ini karena dianggap makin menyibukkan dan memusingkan. Syukur jika masih ada pimpinan sekolah Kristen yang masih ajeg menyediakan wahana pelatihan bagi para gurunya. Pendidikan Kristen yang berkualitas memang sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah, kualitas pedagogik-profesionalitas-sosial-kepribadian para guru, dan tentu saja dukungan dari para anggota yayasan dan stakeholders di masyarakat.

Pelatihan guru adalah aktivitas penting dalam agenda sekolah. Perlu dirancang dengan desain kurikulum pelatihan yang matang, penentuan para narasumber yang menguasai bidangnya serta perumusan topik-topik yang mengikuti trend yang sedang berlaku. Pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadikan guru sebagai pembawa pesan kebenaran yang memberi dampak signifikan terhadap perubahan perilaku murid secara fundamental.

Pelatihan guru yang efektif harus mengikuti pola yang mencerminkan tujuan yang jelas dan sasaran yang spesifik: pelatihan guru dengan metode dan bahan ajar yang berkualitas, membahas solusi atas problematika pembelajaran praktis, dan disertai alat evaluasi yang menunjukkan kemajuan belajar. Setiap muncul kasus-kasus dalam proses belajar murid di kelas, dewan guru secara aktif dan periodik melakukan pembahasan, diskusi intensif, dan penelahaan atas pelbagai solusi yang mungkin cocok diujicobakan. Jika hal ini dilakukan maka setiap periodik tertentu para guru bisa menemukan pendekatan, strategi, metode dan teknik-teknik mengajar yang senantiasa diperbarui.

Tanggung jawab guru sebagai penatalayan terhadap murid; pembawa informasi mengenai pentingnya belajar atau mengajarkan bagaimana belajar yang baik sesuai kecerdasan dan minat, pemahaman yang holistik terhadap cara pandang kelimuan tertentu, dan keterampilan berpikir dalam aspek sains, sosial, seni budaya, bahasa dan teknologi dan presentasi rencana penelitian tindakan kelas; adalah aktivitas penting seorang guru dalam sebuah sesi pelatihan. Sesi-sesi pelatihan tersebut harus mendorong terjadinya dialog dan interaksi yang bermakna. Kepala sekolah dan pengurus yayasan perlu memberikan apresiasi dan atau penghargaan untuk guru sebagai upaya mengekspresikan semangat kesatuan dalam tim. Pelatihan yang baik selalu ditindaklanjuti dengan aktivitas memberikan bimbingan, inovasi metodologi, dan pencapaian tujuan yang jelas bagi para murid. Jelas dan mencapai sasaran. Konkret dan membawa dampak bagi lingkungan murid.

Perubahan bisa dianggap sebagai siprit untuk maju namun juga dapat direpon sebagai ancaman. Semua sesi pelatihan guru harus mendorong guru dan menolong mereka memahami tujuan dan ekspektasi pelatihan dengan akurat. Ini bisa dianggap sebagai keterampilan penting yang sulit dipelajari, jadi kesabaran dan hikmat harus menjadi ciri-ciri program pelatihan guru dalam topik apapun. Jika guru sudah bisa berdamai dengan dirinya sendiri, untuk terus menjadi Pebelajaran yang aktif belajar, bukan hanya Pengajar yang aktif mengajar, dan tanpa belajar, maka sekolah akan makin berkembang.

Pelatihan guru seyogyanya dilakukan secara intensif setiap bulan. Pada setiap akhir tahun pelajaran, rapat guru tiap jenjang harus didorong agar menghasilkan lebih banyak kesempatan untuk mengkritik dan meningkatkan program-program yang ada. Selain masukan-masukan yang membangun, sesi ini juga menghasilkan konfirmasi yang sama dari semua guru bahwa program telah berjalan dengan baik dan atau butuh perbaikan. Dari pengajar di kelas untuk para muridnya, mulai harus bergeser menuju Trainer bagi rekan sejawatnya. Guru mulai harus memiliki kekhasan penguasaan bidang profesional pendidikan, agar ia terbiasa mentransformasi rekan-rekannya, setelah ia berhasil memberi keubahan bagi dirinya sendiri.

Pelatihan guru yang intensif, berkelanjutan, sistematis, mendarat sesuai kebutuhan, dan selalu diupdate cara penyajiannya akan memerlukan kerja keras para guru. Namun hasil atau akibat yang dimunculkan sangat layak, karena bakal memberikan dampak luar biasa. Prestasi akademik dan nonakademik yang sudah baik dapat meningkat secara signifikan. Guru melaporkan peningkatan signifikan jumlah buku yang dibaca oleh mereka, karena pihak pimpinan senantiasa menambah koleksi dan perbendaharaan perpustakaan guru sebagai learning resources center mereka, sekaligus sebagai pengontrol untuk mengupdate wawasan guru terhadap buku-buku baru yang bermutu dalam bidang pendidikan dan nonpendidikan. Ini tantangan bagi para pengurus yayasan, apakah setiao unit sekolah telah memiiki budget membeli buku tiap semester. Untuk kebutuhan masa kini, budget Rp 5 juta tiap semester untuk menambah buku-buku di perpustakaan, sudah tidak memenuhi syarat bagi majunya sebuah sekolah, apalagi masih ada sekolah yang bahkan tidak memiliki budget sama sekali? Ini tantangan yang harus segera diatasi.

Sekolah yang baik selalu memiliki budaya membaca dari para guru yang sangat hidup dan menghidupi aspek kebiasaan yang lain. Pemahaman dan keterampilan berpikir para guru meningkat tajam dan itu seiring pula dengan kamajuan pemahaman dan keterampilan berpikir para murid di tiap kelas. Guru akan lebih mampu menggali dan mengembangkan minat baru murid-murid mereka dan kesukaan mereka untuk mandiri dalam menguasai hal tertentu. Buah terbaik dari program pelatihan guru yang terencana dengan intensif dan bermutu bisa langsung diketahui atau diketahui sampai beberapa tahun kemudian. Seperti kesukaan mereka mereka membaca Firman Tuhan, yang akan mampu menghidupi dan menghidupkan para guru menuju level kualitas yang signifikan.

Jadi adalah penting untuk menciptakan suatu kebiasaan baik. Pendidikan di sekolah selalu dijalankan untuk mempersiapkan jalan bagi lahirnya kebiasaan-kebiasaan yang sangat penting, inovatif, kreatif, dan bernilai guna kekal. Melatih diri sendiri untuk membawa kompetensi diri naik level demi level adalah sebuah keharus bagi seorang guru, yang adalah manusia pebelajar seumur hidup. Ini juga mencerminka niat kuat untuk menjadi pekerja Kristus yang militant, membekali diri dengan sejunlah pengetahuan dan keterampilan terkini dan masa depan.

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya (Mazmur 133). Demikian pula Tuhan akan memberikan berkat-Nya bagi mereka yang bekerja dalam kesatuan!

Pelatihan guru adalah salah satu menu makanan bergizi untuk menyehatkan pikiran para guru, demi melahirkan pemikiran-pemikiran yang cemerlang untuk dunia yang makin hari makin penuh dengan problematika hidup yang kompleks ini. Iklim pelatihan guru yang terbaik selalu berpusat pada Kristus. Pelatihan guru yang dirancang dengan serius akan menghasilkan program sekolah yang bermutu, menghadirkan kesaksian yang dinamis bagi murid dan masyarakat, dan menciptakan iklim sekolah yang sehat dan senantiasa dirindukan oleh para murid.

Pelatihan guru secara tidak langsung akan berefek langsung terhadap pertumbuhan pembentukan karakter rohani dalam diri murid-murid. Para murid akan mengenali kualitas penting sebuah sekolah yang berpengaruh terhadap masa depan mereka. Para guru dapat menentukan komponen-komponen iklim sekolah yang diarahkan oleh Allah untuk membawa murid pada suasana belajar yang sehat dan dinamis. Para guru akan memahami pentingnya membangun relasi dengan murid-murid, bukan sekadar mentransfer ilmu melainkan mentransformasikan kehidupan mereka dalam kehidupan murid.

Dengan serius memelihara dan menumbuhkan budaya melatih diri sendiri untuk melatih orang lain, maka para guru telah belajar bagaimana menaruh prioritas mengajar dan meninggikan Firman Tuhan dalam setiap lesson plan mereka. Kebijakan dan praktik yang dilakukan oleh para guru akan selalu mencerminkan ketaatan mereka pada Allah. Ada inistiatif besar untuk selalu ingin meninggikan supremasi Kristus di seluruh aspek aktivitas sekolah. Para guru juga cakap dalam mendorong warga sekolah lainnya untuk bersandar pada Roh Kudus dalam segala hal. Guru akan mampu menghasilkan relasi yang menunjukkan kasih dan kebaikan yang diajarkan Allah. Kebiasaan dan kerajinan berdoa adalah dasar yang mencirikan semua pertumbuhan guru dan staf sekolah. Dan membaca menjadi kemampuan dasar seseorang untuk lebih peduli pada sesama dan lingkungan. Dan membaca Firman Tuhan menjadi helaan nafas kita agar setiap karya kita bisa berbuah dan menyegarkan mereka yang kehausan. Membaca, refleksi, berlatih, praktik, membaca, refleksi, berlatih, praktik. Selamat berlatih.

(adhi kristijono, Executive Leader Bidang Pendidikan, YKKI)

MEMBUDAYAKAN PELATIHAN GURU
Tagged on:                                         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *