Masih segar ingatan akan Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang memporak-porandakan beberapa wilayah Sumatra Barat pada tanggal 30 September 2009.                 1.117 jiwa meninggal dunia, ribuan jiwa mengalami luka berat dan luka ringan. Ratusan ribu orang mengalami trauma dan kehilangan harta benda. GKKK dan SKKK Padang pun tidak luput. Sebagian besar bangunan retak-retak dan tidak berfungsi lagi.

Puji syukur kepada Yesus Kristus, kemurahan yang diberikan-Nya melalui seluruh GKKK dan SKKK yang di Indonesia, gereja-gereja sahabat, badan-badan kristen, lembaga-lembaga dan pribadi-pribadi yang terbeban, bantuan diberikan kepada GKKK dan SKKK Padang. Sehingga bulan Mei 2012 gedung GKKK dan SKKK Padang dibangun kembali dengan keadaan yang lebih baik. Benarlah firman Tuhan dalam kitab Pengkhotbah “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya”.

Tetapi “ bencana ” seakan belum berakhir. SKKK Padang mengalami kemunduran dalam penerimaan siswa/i, khususnya unit SMP dan SMA, jumlah murid menurun dalam beberapa tahun setelah gempa, hingga akhirnya akan ditutup. Namun Tuhan punya rencana lain. Melalui seluruh GKKK dan SKKK di Indonesia kembali bantuan diberikan agar SKKK Padang dapat bangkit kembali. Ibu Donna yang adalah staf ahli waktu itu ditugaskan membenahi SKKK Padang hingga bisa bangkit lagi. Melalui sentuhan tangannya dan tekad hatinya yang teguh, SKKK tidak terpuruk lebih dalam, tetapi secara perlahan namun pasti mulai bangkit lagi. Tidak cukup sampai di situ saja, Tuhan juga mengirim Ibu Maria Arganita, seorang hamba Tuhan yang berdedikasi dan ahli di bidang multiple intelegences ikut mendandani SKKK Padang, sehingga ada gambaran yang utuh mengenai permasalahan yang dihadapi . SKKK Padang seakan mendapat kekuatan baru untuk bangkit, berdiri dan berlari lagi.

Pemazmur mengatakan “ TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya, apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” Paulus menyatakan sebab justru dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna. Dengan defisit 7 jutaan tiap bulannya dan ratusan juta tiap tahunnya, sesungguhnya SKKK Padang tidak dapat bertahan lebih lama. Uang masuk     (uang pangkal) pun dipakai untuk membayar gaji guru dan karyawan, itu pun tidak cukup. Jika bukan karena kemurahan Allah melalui tangan-tangan badan pengurus setempat dan pribadi-pribadi yang terbeban, defisit bisa ditutupi.

Syukurlah cerita SKKK Padang tidak sampai di sini saja, karena Tuhan masih menyayangi SKKK Padang. Ia mengirim para “malaikatnya” ke SKKK Padang, guru-guru muda dan berdedikasi berdatangan ke SKKK Padang, orang-orang yang semula biasa-biasa aja menjadi “luar biasa”. Sebaliknya guru-guru tidak berdedikasi yang selama ini bagaikan duri dalam daging, dicabuti satu per satu. Jika tahun-tahun sebelumnya turnover guru-guru cukup tinggi. Di tahun pelajaran 2013-2014 hal ini tidak terjadi lagi. SKKK Padang diberi hikmat melihat peluang. Meski dana dan tenaga kurang, kantin baru dibangun, semula dengan tempat sekedarnya diperoleh penghasilan kurang lebih 1 juta per bulan, namun setelah kantin dikelolah sendiri, ada pemasukkan tambahan 7 jutaan per bulan efektif, bahkan bisa lebih dari itu jika ada peningkatan jumlah murid dan pelayanan kantin. Hal ini menolong  keuangan SKKK. Orang tua murid dan murid-murid mendapat pelayanan makanan yang murah, enak dan sehat. Bukan hanya itu, perbaikan manajemen dan pengelolaan keuangan membuat SKKK dapat bangkit berdiri. Tata ruang diperbaiki, kursi meja diperbaharui, barang-barang bekas diolah lagi sehingga lingkungan menjadi ramah dan bersahabat. Semua itu mewarnai perubahan SKKK Padang.

Peningkatan disiplin guru dan karyawan diperhatikan, begitu juga peningkatan disiplin siswa/i menjadi perhatian serius. Setiap pagi guru-guru dan karyawan bersaat teduh bersama, bersehati berdoa selama 20-25 menit di masing-masing unit. Begitu juga dengan siswa/i bersaat teduh setiap hari sebelum memulai pelajaran. Angin segar perubahan SKKK mulai dirasakan. Para orang tua mulai tidak ragu lagi menitipkan anak-anak mereka di SKKK Padang. Dengan jalinan komunikasi yang baik kepada semua pihak, SKKK Padang seakan mendapat energi untuk berdiri dan berlari. Ayub dalam pergumulannya berkata”Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau”. Itu juga lah yang dialami SKKK Padang. Jangankan membayar iuran ke YKKI Pusat membiayai diri sendiri saja tidak sanggup. Namun satu tahun ini SKKK Padang berkomitmen membayar semua kewajiban iuran secara penuh dan teratur kepada YKKI Pusat. Terbukti Tuhan tetap cukupkan SKKK Padang sehingga tidak defisit lagi.

Airasia, salah satu maskapai penerbangan Malaysia memiliki slogan “ Everyone can Fly” , seharusnya SKKK Padang juga punya slogan “ setiap orang dapat bersekolah di Kalam Kudus “. Dua tahun ini semua itu mulai bisa diwujudkan, orang tua dengan penghasilan menengah bahkan kurang pun dapat menyekolahkan anak-anaknya ke SKKK Padang. Ini semua karena kemurahan Allah melalui tangan-tangan orang tua murid, badan pengurus, jemaat dan pribadi-pribadi yang terbeban dalam menggalang dana orang tua asuh. Bersinergi dengan dana BOS pemerintah membantu dan menolong orang tua dengan perekonomian menengah ke bawah yang mau menyekolahkan anak-anaknya di SKKK Padang.

SKKK Padang masih punya harapan yang cerah untuk maju. Dengan Tuhan sebagai penolong tiada hal yang mustahil, dengan Tuhan Yesus di pihak kita apa yang tidak sanggup kita kerjakan, dengan Roh Kudus yang menghibur dan menguatkan siapa yang sanggup memadamkan semangat di dalam dada. Kiranya Tuhan Yesus saja yang dimuliakan dan banyak orang datang kepada-Nya.

SKKK Padang Pasca Gempa 30 September 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *